ada luka
Sungai tak selalu mengalir di arus yang dipenuhi batu-batu sungai yang hitam, indah, licin, dangkal dan mengundang kita untuk merasakan sejuknya. Ada arus sungai yang lain yang harus kau lihat. Arus sungai di mana hutan juga tak begitu bersahabat. Binatang-binatang dongeng yang begitu kelihatan senang hidup di dunianya takkan mau meminum airnya. Sungainya dangkal, tapi batu-batu di dalamnya tidak seperti pada arus sungai sebelumnya. Batu-batunya hitam, mengkilap, dan tajam. Mampu menggores telapakmu. Meninggalkan luka yang membekas selama hidup. Rasa sakit yang selalu kau ingat. Dan ketakutan untuk kembali ke sana. Sungai seperti itu yang harus kau hindari. Semua yang ada di sungai itu penuh peringatan yang harus kau ingat. Tak seperti arus sungai dengan batu-batu tumpul yang tidak melukai kakimu, dan airnya begitu bening dan mengundang binatang-binatang manja meminum airnya, yang memberi jiwamu tenang, tanpa ketakutan akan terluka. Air sungai ini hangat. Tak begitu dingin. Cocok untuk kakimu yang ingin beristirahat dari penat. Kau pasti betah berlama-lama merendam letih kakimu dalam arusnya.Arus sungai yang kelam itu tidak baik. Agak kabur dan kusam. Bisa saja kau melihat sungai itu penuh batu-batu indah yang memanggilmu untuk menyentuhnya. Tapi saat kau masuk ke dalam sungai itu dan merendam kakimu, kau akan rasakan tusukan di sana sini, kau akan temukan sakit dari kepalsuan yang mereka biaskan ke permukaan. Batu-batu itu pembohong munafik yang hanya bisa menunjukan sisi manis mereka dalam remang, semua ketidakjelasan yang menipu. Dan terus seperti itu.tak pernah tahu apa yang mereka inginkan. Dan karena mereka batu, mereka tak akan pernah perduli bahwa mereka telah melukaimu. Parahnya mereka akan terus melukaimu jika kau tak pergi dari situ, menghindari mereka. Mereka sudah terlalu dingin dengan semua kemunafikan. Selama hidupnya yang terkutuk direndam oleh air dingin sungai itu yang mematikan perasaannya. Membuat mereka tak mampu berpikir sehat. Pikiran mereka mungkin mati. Bila kau tetap mencoba melalui tempat itupun. Masih juga berusaha melewati sungai itu, naikilah sampan, perahu, batang kayu, atau apa saja yang bisa membuatmu terhindar dari batu-batu sungai yang tajam dan dingin itu. Karena saat kau melewati sungai itu pada musim dingin akan lebih terasa kematian di arusnya.terlebih dengan kesunyian musim. Di saat semua mahluk tertidur, dan tak ada yang bermain di bawah langit dan di atas jagad. Semuanya hilang dari pandangan. Sejauh mata memandang hanya ada putih.Tak ada yang tahu apakah ada penyihir jahat bernaung di balik gelapnya hutan yang dilalui arus kelabu sungai itu. Di antara angin ada nyanyi gagak yang sembilu, menyayat hati, seakan jauh di sana ada jiwa yang dengan sedih harus menghentikan hidup. tak semua jiwa bersahabat. tak semua jiwa punya cinta.

